Monday, February 6, 2012

LELAYU

Halo!




It’s dark outside. Dan saya memilih untuk berhenti mengedit naskah karena tiba-tiba teringat sesuatu.

Innalillahi wa innailaihi roji’un.

Minggu lalu sepertinya Tuhan memilih untuk memanggil hamba-hamba terbaik-Nya. Tuhan rindu pada mereka. Selain Indonesia kehilangan dua public figure ternama, Ade Namnung dan Him Damsyik, keluarga besar Kirnopanuksmo (keluarga Ayah saya) kehilangan dua orang anggotanya. Kehilangan pertama adalah suami dari sepupu tercinta saya, Mbak Tia, meninggal dunia Jumat lalu. Mas Agus, suami Mbak Tia yang saya kenal sekitar 9 tahun yang lalu, berpulang dalam damai meninggalkan istri tercintanya dan satu keponakan saya, Ilham, yang masih duduk di kelas 1 SD. Miris. Terlebih sedari lahir anak ini seperti tidak mempunyai figure bapak karena penyakit yang diderita Mas Agus. Satu hal yang saya ingat, sepulangnya dari kantor saya diceritakan oleh Bapak mengenai proses pemakaman Mas Agus. Ilham, yng memang terkenal hiperaktif, cenderung diam dan mengerti sekali keadaan saat itu. Bahkan, demi ‘menghindari’ sang ibu yang terlalu berduka, Ilham rela dititipkan di rumah tante saya, untuk bermain bersama keponakan saya yang lain. Bapak pun sempat berkata: ”Kasian, masih kecil udah jadi anak yatim.” Astaghfirulloh, runtuh rasanya hati saya saat itu. Membayangkan bagaimana kehidupan Ilham nantinya. Membayangkan bagaimana reaksi dari teman-teman di sekolahnya. Ya Allah… Syukur, Allah sempat memberi titipan pada keluarga kecil mereka yang sampai sekarang terus mengilhami kehidupan Mbak Tia. Saya berharap, semoga dibalik kehilangan kehilangan ini terdapat hikamh yang luar biasa dahsyatnya. Amin

Kehilangan kedua, dari keluarga Bandung. Keluarga adik bapak. Abah Amir, mertua laki-laki dari adik bapak, meninggal dunia hari sabtu malam. Di usianya yang 90 tahun, Abah mungkin wafat karena usia tua. Walau begitu, Abah tampak bahagia, mengingat ia sempat melihat keseluruh anaknya menikah, cucunya menikah, hingga mempunya cicit-cicit yang lucu. Sesaat setelah disholatkan, saya tertegun. Saya membayangkan betapa hal-hal terbaik npernah saya dan keluarga lewati selama mengenal Abah. Bahkan saat istrinya meninggal 12 tahun yang lalu, Abah adalah orang yang sangat kuat dan terus berkelakar demi mengatasi rasa dukanya. Mas Agus, Abah, may you rest in peace, dan damai di surga Allah.

Amin Ya Robbal ‘Alamiin.

Anda sedang membaca artikel tentang LELAYU dan anda bisa menemukan artikel LELAYU ini dengan url https://pritasyalala.blogspot.com/2012/02/lelayu.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel LELAYU ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link LELAYU sumbernya.

No comments:

Post a Comment