Tuesday, March 20, 2012

Tentang Mantan

Halo!
Beberapa waktu belakangan, Dave hendrik, salah satu presenter terkenal, sedang berbagi mengenai hari pernikahan. Hari ini temanya adalah: “Akankah calon pengantin wanita mengundang mantan di hari pernikahan?” Well, saya punya banyak jawaban mengenai hal itu.

Rata-rata, banyak follower yang menjawab “pasti mengundang”, “iya dong”, atau “harus mengundang” dengan berbagai maksud. Versi saya untuk jawaban pertanyaan tersebut adalah:

Saya tidak mengundang mantan-mantan (ehem banyak ya? :p) saya.

Alasan pertama, saya tidak rela berbagi kebahagiaan di hari istimewa saya dengan seseorang yang pernah tidak membahagiakan saya. Saya sengaja tidak memakai kalimat “merusak kebahagiaan”, karena menurut saya itu terlalu ‘halus’.

Alasan kedua, I used to be happy with ‘em. Saya sengaja menghindari tatapan mantan-mantan saya, yang mungkin akan senyum palsu atau berkata yang tidak-tidak. Ya, saya setidaknya pernah sangat mengenal dan tahu sifat mereka.

Alasan ketiga, mengundang mantan bukan sebuah pembuktian kalau kita sudah move on kok. Move on atau enggaknya seseorang setelah memutuskan jalinan hubungan dekat, itu tergantung pribadi masing-masing. Karena menurut saya, ngapain juga pamer “hei gw udah move on” ke mantan dengan mengundang ke pernikahan. Itu sama aja masih ngarep dia cemburu, you know ;). Menikah menurut saya itu takdir, putusan Allah. Kalau dari awal niat mengundang untuk hal yang kurang baik, amit-amit banget kalau balesannya nanti malah hubungan suami-istri jadi berantakan. *jangan sampe*

Alasan keempat, menjaga silaturahmi dengan mantan memang baik, terlebih mengenal baik keluarganya juga. Saya mengenal baik keluarga mantan. Saya pun masih berhubungan baik dengan mantan-mantan. Ucapan selamat dan doa saya rasa bisa disampaikan melalui sms, telepon atau bbm. Tokh teknologi sudah semakin canggih.

Alasan kelima, ada seorang mantan yang (maaf) sangat brengsek. Dia memutuskan saya karena saya menolak ia mencampuri kehidupan saya dengan keluarga dan masa depan saya. Wong jadi suami aja belum, sok ngatur-ngatur khan? Dia marah, dan mulai menhitung-hitung apa yang sudah ia berikan/ belikan/ lakukan pada saya. Saya mulai benci dia sejak saat itu hingga sekarang, walaupun hubungan kami sekarang sudah baik (beberapa kali bbm-an). Saya tidak ingin ia datang di pernikahan saya, dan memberikan entah angpaw atau bingkisan. Nanti malah diitung-itung lagi ;)

Sementara itu sih yang saya inget kenapa saya tidak ingin mengundang mantan di hari pernikahan saya. Maaf kalau Anda mantan saya dan membaca tulisan ini. Oh ya, kalau ada yang tidak setuju dengan tulisan ini, mohon dimaafkan. :)

Anda sedang membaca artikel tentang Tentang Mantan dan anda bisa menemukan artikel Tentang Mantan ini dengan url https://pritasyalala.blogspot.com/2012/03/tentang-mantan.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Tentang Mantan ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Tentang Mantan sumbernya.

No comments:

Post a Comment