Sunday, December 9, 2012

KEPO dan MOVE ON

Mungkin mbak-mbak yang kemarin-kemarin ini ngacakkin 'tempat sampah' saya seneng kalau sekarang saya menulis tentang mereka. Berasa arteis, mungkin katanya. Eh tapi gak cuma mbak-mbak sih, ada juga bapak-bapak lapak sebelah yang... *gak jadi deh ntar dikepoin*

Well, sebuah pelajaran kembali menghampiri saya. Sebenernya gak pelajaran sih, hanya hasil pemikiran 'sampah' saya yang dibawa ke ranah publik. Dan kabarnya juga, sudah dibahas dengan Cyber Law dan diduga pencemaran nama baik. Wew!

Ini semua tentang Twitter, yang kalau telat, saya kembali perkenalkan dengan 'tempat sampah' cyber saya. Kebanyakan orang yang punya Twitter selalu menganggap Twitter sebagai buangan pikirannya atau juga tempat untuk share something. Terserahlah ya... Mereka mau buat marah-marah, 'berdoa', apalagi KEPO...bodo amat. Pendek kata, orang bisa berbuat apa saja di Twitter. Dan itu yang sedang dipermasalahkan orang kantor saya, yang lebaynya 'tersinggung' dengan buangan saya di Twitter.

Demi Tukang Gerobak Sampah yang harus berkutat dengan sampah setiap harinya, itu Twitter gw! Heran juga sampe sebegitunya mereka mempermasalahkan ini. Bukannya kalau malah merasa, berarti selama ini yang diasumsikan benar ya? Apapun itu, saya benci orang KEPO. Mungkin juga seperti apa yang dibicarakan oleh salah satu dari mereka yang benci dengan orang kepo (tapi malah kepo), saya berhak dong benci mereka. ;)

Yah, kalau boleh jujur, ini adalah puncak dari segala tuduhan miring yang sering kami rasakan. Kami? Yes, saya dan teman-teman satu divisi saya. Ketika masalah ini menyeruak, bos saya memperingatkan untuk tidak balik menghina orang walaupun dia menghina kita. Well, manusiawi emang gampang sih ngomong begitu. Nah kalau lo yang digituin? Apa gak langsung ngiris bawang?

Mbak Bos saya yang baik ini juga mengingatkan saya dengan kondisi kehamilan saya sekarang ini. "Please, be nice" katanya. Sedangkan.... yah sudahlah.

Lelah.

Orang kepo memang bikin lelah. Terlebih, seolah tidak ada pekerjaan dan urusan yang lebih penting dari kepo-in tempat sampah orang. Di saat bersamaan, suami saya ternyata sering menolak halus permintaan dinas luar dari kantornya. Ini mulai ia lakukan sejak saya diketahui hamil. Too bad, saya baru mengetahuinya berapa hari lalu. Itupun ketika ia mau nggak mau harus berangkat perjalanan dinas ke Lombok besok, dan dia tidak tahu lagi harus memberi alasan apa lagi untuk menolak. Satu sisi, saya berat. Karena kehamilan ini benar-benar menguras tenaga. Di sisi lainnya, saya bangga karena suami saya mulai dipercaya oleh kantornya untuk perjalanan dinas. Memangnya kantor saya yang hobinya objektif itu. Cih!

Rumah tangga jadi tidak sehat. Itu hal yang langsung ada di pikiran saya. Pasti kalau saya di rumah, suami saya tidak akan sekhawatir ini. Di luar kenyataan bahwa suami saya sangat tahu bahwa saya orang yang tidak bisa diam saja. Ada lagi yang menjadi prioritas saya. Ketika masalah orang kepo ini ada, kandungan saya sedikit bermasalah dengan timbulnya flek ketika saya BAK dan BAB. It's time for me to re-think about my family. Pekerjaan bisa dicari. Tapi nikmat Allah yang sudah 9 minggu di rahim saya ini? Susah dicarinya. Gak bisa hanya dengan nulis CV, kirim lewat pos, tinggal nunggu dipanggil. Teguran Allah pada saya, saya sadari sudah berulang kali. Mulai dari kantor, rumah tangga saya, dan berakhir pada kandungan saya.

Sudah waktunya untuk MOVE ON. Terlebih, dari kantor yang sudah tidak dapat saya perjuangkan lagi.

It's not a goodbye. It's a hello for my life. Hidup saya yang Insya Allah masih panjang. Pipie, Mbak Novi atau mungkin Toto dan Poet bisa kok, masa saya enggak?


Doakan saya ya! Doakan Ndatie, adek bayyi :*
Mudah-mudahan rejeki saya, suami dan adek bayyi gak kemana-mana ya, Ya Allah :')


Anda sedang membaca artikel tentang KEPO dan MOVE ON dan anda bisa menemukan artikel KEPO dan MOVE ON ini dengan url https://pritasyalala.blogspot.com/2012/12/kepo-dan-move-on.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel KEPO dan MOVE ON ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link KEPO dan MOVE ON sumbernya.

No comments:

Post a Comment