Monday, April 1, 2013

Enggak Selalu

Ceritanya semalem tiba-tiba pengen banget besok (yaitu hari ini) nulis blog. yaudah sekarang kesampean. Gara-garanya kebiasaan bengong dan ngayal dateng lagi, dan kemaren kepikiran tentang si kantor lama (Erl) dan kantor baru. Seriously, gara-gara kepikiran setitik itu, malemnya saya mimpi diperintah mantan mbabos buat bikin materi buku. Daaaamn! -______-

Hal yang tercepat gak selalu bisa jadi hal yang termudah. Begitu pun sebaliknya, hal yang ter-ribet sekalipun gak selamanya akan jadi yang tersulit. Ini yang saya dapatkan ketika proses melamar pekerjaan, baik di Erl maupun di UI. waktu di Erl, sepertinya saya hanya melewati satu hari tes dengan menjalankan 2 materi tes, dan minggu depannya (atau gak sampe seminggu) langsung wawancara user, dan besoknya diterima. So easy and simple, kalo dibayangkan. Tapiii, ternyata itu gak sepadan dengan pengalaman 1 tahun 8 bulan yang saya alami disana. Saya akui, saya belajar banyak ketika menjadi editor disana. Terlebih, awalnya khan saya menjadi editor sekaligus reporter majalah anak-anak. Dari situ, saya banyak mempunyai link-link, mengaplikasikan ilmu saya yang saya dapat saat kuliah, dsb. Fun! Gak enaknya, yaa gitu deh. Orang disana hobi sekali mengkotak-kotakkan others. padahal sebagai anak baru sekaligus junior, saya harus bersikap hormat bahkan menghapal banyak proses penerbitan disana. Belum lagi masalah yang diada-adain, yang twitter-twitter ituuu loh! Bikin males... Yah, intinya emang gak jodoh sama Erl. Oh iya! Kabar terbaru malah setelah saya keluar, ada gosip yang bilang bahwa saya ikut 'berkhianat' dengan kantor baru yang didirikan 2 petinggi Erl yang sudah lebih dulu keluar. Anggep aja belajar jadi artis, diem dan dapat pahala.

Mereka yang sirik dan dengki saat saat saya di Erl gak tahu, bahwa dari akhir bulan November saya ditawari si Miss Rempong, Egia, buat melamar di UI. Semenjak menikah, dan mempersiapkan diri jika hamil nantinya, saya memang beberapa kali menanyakan Egia tentang adanya lowongan kerja di UI. Ceritanya saya CLBK dengan kantor sebelum saya di Erl. Suatu hari di akhir November, sepulang saya dari sebuah acara kantor di Bekasi, saya diberi tahu Egia bahwa UI membuka lowongan untuk pegawai tetap, dan waktu yang diberikan untuk mengirim berkas HANYA  2 hari. Maak, mana saya masih jauh dari Depok, saya segera menghubungi suami saya untuk mencicil berkas-berkas yang harus dikirim. Thanks God, punya suami yang kerja di Depok, jadi gampang kalo ada apa-apa yang menyangkut rumah. Sementara suami menyiapkan berkas, saya menyiapkan mental karena baru-baru itu, saya baru dinyatakan hamil. Tes diadakan tidak lama setelah pengiriman berkas terakhir, mungkin sekitar semingguan. Sialnya, saya yang masih hamil muda dan mual-mual, hari itu ditinggal dinas ke Lombok oleh suami. Makjaaan! Ibu mertua saya pun ambil alih tugas suami untuk mengantar saya. Bismillah, saya berhasil melewati hari itu dengan menahan mual, menahan pegel leher, menahan panas udara di dalam balairung, dan setelah itu harus kembali ke kantor si Ciracas. Beberapa hari berikutnya, saya dinyatakan lolos untuk ikut seleksi tes berikutnya. Alhamdulillah! Berhubung suami sudah pulang, dan bertepatan dengan hari sabtu, saya minta ijin ke bos jujur ingin mengikuti tes di UI. Yeay, diijinkan! Yang mutung malah mbabos saya (bodo amat, TERSERAH LU DAH!). Hari itu psikotest, dan alhamdulillah, saya berhasil melewatinya tanpa kendala. Mungkin berkat ada suami jadi semangat kali ya :p Lagi-lagi, syukur saya dinyatakan lolos wawancara sebagai tes berikutnya. Wawancara diadakan seminggu sekitar tes terakhir, tapi di hari kerja. Saya berniat datang pagi-pagi agar tidak mengganggu jam kantor saya. Alhamdulillah, jika pelamar yang lain membutuhkan 30-45 menit untuk diwawancara, saya hanya melewatinya dalm sekitar 15-20 menit. Saya waktu itu sih agak heran, ini apa karena saya sok tau ngomongnya jadi cepet atau karena saking hebatnya (sumpah ini GR! :p) jadi cepet. Alhamdulillaah, saya diterima!! Tapi ini belum selesai. Saya harus melakukan pemberkasan kembali, dan tes kesehatan secara pribadi. Aww, yang saya sebalkan adalah, tes kesehatan harus di RS pemerintah. Damn! Berarti saya harus ke RSUD Depok. Sumpah ya, saya akui bahwa Depok memang kota besar. Tapi menurut saya, Depok belum siap mempunyai RS pemerintah, bahkan belum laik. Dengan pelayanan yang diberikan, bahkan ini jauuuuuuuh sekali dari Fatmawati yang juga sama penuhnya. Kalau suami tidak ikut campur dan turun tangan, mungkin saya sudah menyerah begitu saja dan pulang menolak masuk di UI. Sumpah ya gak tega ngeliat orang-orang tua berdiri antri, dioper sana-sini. :(

Akhirnya dengan jalan panjaaaang nan tidak mudah, saya resign dengan mudah dari kantor lama, untuk bekerja di UI. Suami mengingatkan, untuk jangan kaget kerja di UI di hari pertama saya bekerja. Saya bingung dengan kata-katanya. Ternyata benar, saya kaget. Saya tidak sibuk seperti di Erl, saya bisa dengan leluasa pulang tenggo setiap hari, saya bisa bebas bertemu suami, tapi saya cenderung bingung saat pulang ke rumah. Kenapa? Karena saya merasa saya tidak melakukan apa-apa di kantor, dan tidak ada yang bisa saya bayar ketika saya tidur malamnya. Jadi begini, kalo di Erl saya kerja tanpa berhenti, dan besok pekerjaan lain sudah menanti untuk dikerjakan. Saya tidur di malamnya dengan perasaan, it's worthed, ini sepadan dengan kelelahan saya seharian. Tapi di UI, saya malah capek karena bingung tidak ada pekerjaan rutin yang harus dikerjakan tiap harinya. Dan hal ini membuat saya dua kali lebih lelah dari kerja di Erl dulu.

Walau begitu, saya tetap menikmati kerja di UI. Saya mempunyai waktu yang fleksibel, apalagi ketika kelak anak saya nanti lahir. Mungkin saya tidak musti harus memompa ASI di kantor, tapi saya bisa pulang untuk memberi ASI pada anak saya. Overall, hidup memang gak selalu seperti yang kita inginkan. But at least, kita harus mencoba untuk membuktikan bahwa bisa atau gak nih kita menyikapinya.

Enjoy your day! :)

Anda sedang membaca artikel tentang Enggak Selalu dan anda bisa menemukan artikel Enggak Selalu ini dengan url https://pritasyalala.blogspot.com/2013/03/enggak-selalu.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Enggak Selalu ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Enggak Selalu sumbernya.

No comments:

Post a Comment