Friday, April 26, 2013

RIP

Pagi ini diawali dengan berita duka yang cukup mengejutkan hampir seluruh warga negara Indonesia. Ustad gaul kenamaan, Ustad Jeffri Al Buchory--atau yang akrab dipanggil Uje, berpulang ke Rahmatullah karena sebuah kecelakaan tunggal. Motor almarhum (menurut berita) menabrak pembatas jalan, dan akhirnya menabrak pohon palem di bundaran Pondok Indah. Sungguh kuasa Allah kembali mengingatkan kita, betapa di kala manusia atau bahkan suatu keadaan menjauhi kita, ajal justru mendekat. Wallahualam...

Gak tau pertanda atau apa, saya merasa beberapa hal terjadi menjelang kepergian salah satu Ustad paling kenamaan di Indonesia ini. Sekitar jam setengah 2 pagi saya terbangun karena ingin buang air kecil. Biasanya setelah pipis, gak jarang saya susah tidur kembali. Selain kebelet pipis, saya terbangun karena mimpi yang sungguh gak enak. Lagi-lagi saya dimimpikan Bapak meninggal. Ya Allah, beberapa kali saya dimimpikan seperti itu. Kata orang, itu pertanda orangtua kita akan diberi rizki umur panjang. Saya amin-kan saja. Yang aneh (namanya juga mimpi), saya sempat berkata "kalau bapak gak ada, prita sama siapa?". Dan keesokan harinya, seolah kejadian Bapak saya meninggal tidak ada, dan Bapak kembali seperti sedia kala. Sunggu saya senang bukan kepalang, hingga terbangun. Istighfar buru-buru saya ucapkan, sembari ke kamar mandi dan berniat untuk sholat Tahajud, daripada membuang waktu sia-sia karena gak bisa tidur lagi. 

Setelah saya tahajud, saya langsung channel surfing. Rata-rata apa sih acara yang ditayangkan jam segitu? Kalo gak berita tengah malam, pasti bola. Nah ketika menonton suatu berita entah apa, saya mendengar backsound yang digunakan yaitu lagu yang dinyanyikan Opick yang biasanya digunakan infotainment untuk memberitakan berita duka. Saya sempat berpikir "lah ini berita bukan berita duka kok pake lagu beginian". Karena pernah bekerja di TV saat tengah malam, saya positive thinking saja mungkin yang milih lagu udah ngantuk. Gak lama saya tertidur kembali.

Nah gak biasa-biasanya nih saya telat bangun Subuh. Biasanya adzan Subuh dari mesjid yang agak jauh terdengar, saya langsung bangun. Apalagi saat mendengar adzan dari musholla depan rumah. Rasanya ingin sekali langsung sholat Subuh seselesainya adzan dikumandangkan. tadi pagi, saya bangun 10 menit setelah adzan selesai. Langsung kayak orang gila dan bingung bangunin suaminyaw. Sambil menunggu suami mengambil wudhu, saya melihat status bbm seorang teman yang menyebutkan: "Innalillahi wa innailaihi rojiun... #RIPUje". Innalillahi, masa sih? langsung saya nyalain TV, dan melihat running text di RCTI. Ternyata benar... Ya Allah. Ini sama terkejutnya waktu saya mendapat berita tentang meninggalnya Adjie Massaid 2 tahun lalu. Sungguh Allah maha pemilik kekuasaan. 

Sambil bersiap diri ke kantor, saya melihat berita live di Tv One tentang Uje. Saat itu, ada sambungan telepon dengan Ramzy, yang juga salah satu teman Uje. Ada kalimatnya yang menyebutkan: "sebenernya ini ya, istri saya juga bolak-balik bertanya-tanya sih, stop-lah berhenti bertanya kenapa bisa begini, kenapa, caranya, kok bisa tentang kematian seseorang. Sesungguhnya, walau Uje tidak naik motor sekalipun malam ini, apa yang sudah dikehendaki Alah Uje meninggal tanggal dan jam ini, beliau akan tetap berpulang". I agree for that.

Ada lagi nih yang nyeleneh akibat pemberitaan media tentang berpulangnya Uje yang terus-terusan tanpa jeda. Jadi di Twiternya, Titi DJ sempat mengomentari twit Titi Rajo Bintang tentang berpulangnya Uje dengan  kalimat: "RIP Uje". Ternyata komentar Titi DJ disambut negatif oleh beberapa followers-nya. Ada 2 orang yang saya liat ternyata mbak akhwat dan om ikhwan bilang kalo: "RIP itu khan untuk orang non muslim, sebagai muslim harus total lah!". Bukan mau meng-underestimate mbak dan mas ini, tapi HELLOOOO tau gak sih lo kalo itu singkatan dari Rest In Peace, yang kalo diterjemahin "beristirahatlah dalam damai" atau "beristirahat dengan tenang"? Termasuk doa loh itu! Akhwat-Ikhwan jaman sekarang ya, instan banget pemikirannya. Jangan karena tulisan RIP selalu ada di nisan orang non muslim jadi situ berpendapat itu untuk orang non dong. Apa kabar situ pake kata "HALO" tiap nerima telepon? Itu bahasa Inggris yang dominan dipake orang di seluruh dunia, yang bahkan mungkin mayoritas beragama non muslim. Mbok ya jadi muslim yang bijak dong, gak nyeleneh. Rasanya pengen ngusir orang-orang macam ini ke luar Indonesia. Lagaknya kayak gak pernah diajarin PPKn tentang toleransi umat beragama. Dan bahkan, RIP bukan sam sekali masalah yang menyangkut agama loh! *jadi kesel sendiri*

Yang bikin bangga tau gak apa? Banyak artis, dan tokoh terkemuka non muslim yang bahkan mendedikasikan timeline-nya hari ini untuk membahas Uje. Donna Agnesia bahkan menulis di twitternya: Selamat Jalan Uje, Semoga engkau selalu dalam kasih sayang Allah SWT". Jelas banget dia bukan non muslim, tapi terlihat jelas juga loh betapa orang non muslim sangat menghargai kita sebagai muslim. Gagal lo mbak-mas jadi muslim. Buktinya malah mengintervensi kaum muslim lainnya. Hadeeeeh!

Semoga di kemudian hari kami selalu dilindungi dan dijaga lisan dan perbuatan kami ya, Ya Allah :')

Anda sedang membaca artikel tentang RIP dan anda bisa menemukan artikel RIP ini dengan url https://pritasyalala.blogspot.com/2013/04/rip_25.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel RIP ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link RIP sumbernya.

No comments:

Post a Comment