Wednesday, October 9, 2013

ngembeng*

Holaw.
Setelah melahirkan, dan memberi nama, kewajiban orangtua kepada anaknya adalah mengakikahkan. Di tanggal 24 Agustus lalu, saya dan suami mengakikahkan Birru, dengan menggelar pengajian di rumah Eyang. Menurut adat, rambut yang dipotong para tetua dan orangtua, harus ditimbang, dan dibayar. Konon, untuk bekal anak nantinya. Percaya atau gak percaya sih. Kalo kata Eyang (ibu saya), buat formalitas aja. Jadi jumputan rambut Birru yang dipotong pas akikah, ditimbang, dan dibayar sesuai harga se-gram emas saat-saat ini.

Saya dan suami yang udah jatuh cinta pada lebatnya rambut Birru sejak lahir, memang gak mau menggunduli rambutnya, yang katanya sunah rasul. Walau banyak orang yang bilang "nanti cepet lebat loh rambutnya kalo digundul", kami bodo amat. Kalo enggak tumbuh lagi gimana? Mending ngambil resiko memotong beberapa cm secara rata,, daripada harus diplontos. Gak tegaaa, takut cakepnya ilang :p *anak sendiri dipuji-puji*

Nah, sampe hari ini nih (jangan diikutin ya sodara-sodaraa), baru mentok sampe niat untuk bayar si sedekah rambut Birru >.<. Uangnya udah ada, eh kepake. Ada lagi, eh ada yang musti dibayar, Pokoknya semenjak ada Birru, adaaa aja *padahal emaknya yang konsumtif*. Sempet diobrolin sama suaminyaw, ybs pengen nyumbang untuk anak-anak yang kurang mampu, tapi yang kondisinya lagi sakit juga. Eh bener juga! Waktu itu, saya juga pernah menyumbang untuk (Alm) Abi, yang koma selama beberapa bulan hingga berpulang ke Rahmatullah. Waktu itu, saya masih mengandung Birru. Rasanya bener-bener mengharu biru, ketika tau orang yang kita ikuti perkembangannya tiap hari, akhirnya meninggal. Saya merasakan sedihnya, terharu orangtuanya juga. nah, barusan pas sampe kantor, saya membuka web 3 Little Angels. Gak kuat rasanya... *tarik napas, air mata ngembeng* ngeliat bayi-bayi, anak balita, yang tergolek lemah karena penyakit--yang bahkan orang dewasa saya yakin gak sanggup menanggungnya. Ada yang kelainan usus sejak lahir, hydrocephallus, leukimia, dll. Astaghfirulloooh, langung inget Birru di rumah. Pengen pulang, pengen peluk Birru sambil minta maaf, kalo beberapa kali saya suka kesel :(. Waktu dia gak mau nen, dan maunya mimik botol isi sufor aja karena bingung puting, saya sempat marah dan Birru diam karena (mungkin) dengar ibunya yang bersuara serius. kemarin waktu digendong, Birru geliat-geliut kepalanya, dan menabrak bibir saya, yang dihantam langsung oleh gigi. Bibir saya agak luka karena terantuk, dan saya meletakkan Birru begitu saja, karena kaget dan juga kesal. Huhuhu, maafin Ndatie ya Birru... :'(

Jadi inget kemaren sempet baca quote menarik: "home is where your eyes are". Pulang kantor kemarin, kehujanan, terus masuk rumah disambut Birru yang baru mandi. Ijin mandi dulu sama bumer, terus masuk kamar yang bau minyak telon. Langsung ces keinget quote itu, walau versi saya: dimana ada bau Birru, itu bau rumah.

Nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan? ya Allaah... Alhamdulillah Birru sehat, ceria, suka ketawa, suka minum susu, sering bikin orangtuanya ketawa liat tingkah dia. Subhanallaah... :")



*ngembeng: berkaca-kaca

Anda sedang membaca artikel tentang ngembeng* dan anda bisa menemukan artikel ngembeng* ini dengan url https://pritasyalala.blogspot.com/2013/10/ngembeng.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel ngembeng* ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link ngembeng* sumbernya.

No comments:

Post a Comment