Friday, April 26, 2013

bekal calon BUSUI :)


thank you Pipie... :)

RIP

Pagi ini diawali dengan berita duka yang cukup mengejutkan hampir seluruh warga negara Indonesia. Ustad gaul kenamaan, Ustad Jeffri Al Buchory--atau yang akrab dipanggil Uje, berpulang ke Rahmatullah karena sebuah kecelakaan tunggal. Motor almarhum (menurut berita) menabrak pembatas jalan, dan akhirnya menabrak pohon palem di bundaran Pondok Indah. Sungguh kuasa Allah kembali mengingatkan kita, betapa di kala manusia atau bahkan suatu keadaan menjauhi kita, ajal justru mendekat. Wallahualam...

Gak tau pertanda atau apa, saya merasa beberapa hal terjadi menjelang kepergian salah satu Ustad paling kenamaan di Indonesia ini. Sekitar jam setengah 2 pagi saya terbangun karena ingin buang air kecil. Biasanya setelah pipis, gak jarang saya susah tidur kembali. Selain kebelet pipis, saya terbangun karena mimpi yang sungguh gak enak. Lagi-lagi saya dimimpikan Bapak meninggal. Ya Allah, beberapa kali saya dimimpikan seperti itu. Kata orang, itu pertanda orangtua kita akan diberi rizki umur panjang. Saya amin-kan saja. Yang aneh (namanya juga mimpi), saya sempat berkata "kalau bapak gak ada, prita sama siapa?". Dan keesokan harinya, seolah kejadian Bapak saya meninggal tidak ada, dan Bapak kembali seperti sedia kala. Sunggu saya senang bukan kepalang, hingga terbangun. Istighfar buru-buru saya ucapkan, sembari ke kamar mandi dan berniat untuk sholat Tahajud, daripada membuang waktu sia-sia karena gak bisa tidur lagi. 

Setelah saya tahajud, saya langsung channel surfing. Rata-rata apa sih acara yang ditayangkan jam segitu? Kalo gak berita tengah malam, pasti bola. Nah ketika menonton suatu berita entah apa, saya mendengar backsound yang digunakan yaitu lagu yang dinyanyikan Opick yang biasanya digunakan infotainment untuk memberitakan berita duka. Saya sempat berpikir "lah ini berita bukan berita duka kok pake lagu beginian". Karena pernah bekerja di TV saat tengah malam, saya positive thinking saja mungkin yang milih lagu udah ngantuk. Gak lama saya tertidur kembali.

Nah gak biasa-biasanya nih saya telat bangun Subuh. Biasanya adzan Subuh dari mesjid yang agak jauh terdengar, saya langsung bangun. Apalagi saat mendengar adzan dari musholla depan rumah. Rasanya ingin sekali langsung sholat Subuh seselesainya adzan dikumandangkan. tadi pagi, saya bangun 10 menit setelah adzan selesai. Langsung kayak orang gila dan bingung bangunin suaminyaw. Sambil menunggu suami mengambil wudhu, saya melihat status bbm seorang teman yang menyebutkan: "Innalillahi wa innailaihi rojiun... #RIPUje". Innalillahi, masa sih? langsung saya nyalain TV, dan melihat running text di RCTI. Ternyata benar... Ya Allah. Ini sama terkejutnya waktu saya mendapat berita tentang meninggalnya Adjie Massaid 2 tahun lalu. Sungguh Allah maha pemilik kekuasaan. 

Sambil bersiap diri ke kantor, saya melihat berita live di Tv One tentang Uje. Saat itu, ada sambungan telepon dengan Ramzy, yang juga salah satu teman Uje. Ada kalimatnya yang menyebutkan: "sebenernya ini ya, istri saya juga bolak-balik bertanya-tanya sih, stop-lah berhenti bertanya kenapa bisa begini, kenapa, caranya, kok bisa tentang kematian seseorang. Sesungguhnya, walau Uje tidak naik motor sekalipun malam ini, apa yang sudah dikehendaki Alah Uje meninggal tanggal dan jam ini, beliau akan tetap berpulang". I agree for that.

Ada lagi nih yang nyeleneh akibat pemberitaan media tentang berpulangnya Uje yang terus-terusan tanpa jeda. Jadi di Twiternya, Titi DJ sempat mengomentari twit Titi Rajo Bintang tentang berpulangnya Uje dengan  kalimat: "RIP Uje". Ternyata komentar Titi DJ disambut negatif oleh beberapa followers-nya. Ada 2 orang yang saya liat ternyata mbak akhwat dan om ikhwan bilang kalo: "RIP itu khan untuk orang non muslim, sebagai muslim harus total lah!". Bukan mau meng-underestimate mbak dan mas ini, tapi HELLOOOO tau gak sih lo kalo itu singkatan dari Rest In Peace, yang kalo diterjemahin "beristirahatlah dalam damai" atau "beristirahat dengan tenang"? Termasuk doa loh itu! Akhwat-Ikhwan jaman sekarang ya, instan banget pemikirannya. Jangan karena tulisan RIP selalu ada di nisan orang non muslim jadi situ berpendapat itu untuk orang non dong. Apa kabar situ pake kata "HALO" tiap nerima telepon? Itu bahasa Inggris yang dominan dipake orang di seluruh dunia, yang bahkan mungkin mayoritas beragama non muslim. Mbok ya jadi muslim yang bijak dong, gak nyeleneh. Rasanya pengen ngusir orang-orang macam ini ke luar Indonesia. Lagaknya kayak gak pernah diajarin PPKn tentang toleransi umat beragama. Dan bahkan, RIP bukan sam sekali masalah yang menyangkut agama loh! *jadi kesel sendiri*

Yang bikin bangga tau gak apa? Banyak artis, dan tokoh terkemuka non muslim yang bahkan mendedikasikan timeline-nya hari ini untuk membahas Uje. Donna Agnesia bahkan menulis di twitternya: Selamat Jalan Uje, Semoga engkau selalu dalam kasih sayang Allah SWT". Jelas banget dia bukan non muslim, tapi terlihat jelas juga loh betapa orang non muslim sangat menghargai kita sebagai muslim. Gagal lo mbak-mas jadi muslim. Buktinya malah mengintervensi kaum muslim lainnya. Hadeeeeh!

Semoga di kemudian hari kami selalu dilindungi dan dijaga lisan dan perbuatan kami ya, Ya Allah :')

Thursday, April 25, 2013

sansekerta vs. arab

Danendra

Parardhya

Parartha

Sajjana (umm, I don't like it. Sounds like durjana :p *sotoy*)

Anargya

Kasyara

Pandya

Ariendra

--

(Al) Birru *me like it mucho!*


PUSING!

Wednesday, April 24, 2013

About being a WOMAN

That's why we born as a woman.
God trust us to have a brave heart and how to maintain it.


Saya percaya, perempuan diciptakan sebagai individu yang jauuh lebih kuat, mentally and physically. 9 bulan mengandung, berjuang melahirkan, dan mengurus anak hingga menjadi individu yang baik.

Bukan berarti laki-laki gak kuat loh ya. Cuma, sebagai catatan bagi pra lelaki, jangan pernah meremehkan kekuatan seorang perempuan.

Sekian dan terima voucher salon untuk kompres mata.
*elap air mata*

Judul-judulan

Judulnyaaa, hari ini bete.

Gara-gara apaa?
Gara-gara suaminyaw nyebelin pagi-pagi.

Nyebelinya kenapaa?
Susah dibangunin, nyuruh mandi cepet-cepet, numpahin teh panas sangu eike.

Akibatnya apa?
Merengut, ngedumel sendiri, dan nangis di kamar mandi sambil kunci semua pintu. Oh ya, gak nafsu sarapan dong. Jadinya baru masuk satu pastel, 2 biji oreo, sama setengah tumbler teh panas manis.

Lalu bagaimana?
Marah lewat sms ke suaminyaw, gara-gara dese ibunya dekbay gak nafsu sarapan. Nafsunya marah-marah.

Tapi kok kangen ya?

Bodo deh, suka-suka. Khan judulnya BT bin bad mood bin ngedumel.
Namanya juga judul-judulan. 

Tuesday, April 23, 2013

trimester 3



Hari ini tanggal 23. Tanggal jadian saya dan suaminyaw dulu. Berasa masih ABG, padahal tahun ini masuk tahun ke-6 kami berkenalan. 23 kali ini 5 tahun 8 bulan kami berhubungan dekat. Dan 1 tahun 15 hari menjalaninya sebagai suami-istri. Gak kerasaa :D

Tadi pagi tiba-tiba suaminyaw nyelamatin "selamat tanggal dua-tiga" pas banget masih baru bangun tidur. Yah naga-naga sedikit gapapa yah, udah halal ini juga ;D Kalo gak lupa, kami memang selalu menyempatkan untuk saling membari selamat di hari spesial, seperti tanggal 23 (hari jadian), dan tanggal 8 (hari pernikahan). Simpel sih, untuk mengingatkan bahwa masih ada 23 dan 8 berikutnya 'til the rest of our lives. Romantis? Gaak, kami bukan pasangan romantis. Tapi setidaknya, kami bisa saling menghargai dan menghormati masing-masing di hari berikutnya. Doakan kami kawan!

Selain tanggal 23, minggu ini juga spesial, cos finally I'm facing the 3rd trimester. Per hri minggu kemarin kehamilan saya sudah memasuki minggu ke-28 alias bulan ke-7. Deg-degaaan, seneng juga. Makin engap, makin berat, tapi seneng banget. Sekarang malah ngerasa ter-support sama temen-temen, karena masih banyak yang peduli dan juga nganggep saya 'ada', at least sebagai pendengar yang baik. Senangnyaaa... Semoga kebaikan mereka terbalaskan kasih dari Allah ya deek *ngomong sama perut*

Harusnya sih udah mulai nyicil-nyicil beli keperluan. Tapi rencananya juga mau ngasi nasi kuning kotakan buat tetangga-tetangga sebelah, sebagai rasa syukur udah masuk bulan ke-7. kenapa gak pesta-pestaan? Ih sumpaaah, pengen banget. Ngebayangin disiramin, gonta-ganti baju, tampil cantik pake kebay, ih pengennyaa. Cuma yaa, boros banget sepertinya *facepalm*. Jadi 7 bulanan ini bentuknya tasyakuran aja, minta doa dari tetua-tetua. 

Jadi makin penasaran si dedek udah berapa berat badannya. Makin pinter aja kayaknya dia di dalem, kalau ibunya ada kerjaan pasti nyemangatin banget. Tadi aja lagi ngobrol sama temn koantor, saya berasa dedek pengen ikutan diajak ngobrol juga. Biasanya kalo disapa "mau diajak ngobrol juga ya dek?", pasti dia langsung anteng dan brenti petakilan di dalem perut. Uh gemesnyaaa...

Tapi gatau kenapa ya *mudah-mudahan sugesti doang*, trimester 3 ini mirip bener sama trimester pertama. Apa karena sama-sama trimester ganjil? Mood-nya, emosi-nya, mual-nya fotokopi bener sama trimester pertama. I'll be missing you, trimester 2, trimester yang bener-bener solid buat ibu hamil.

sekarang, minta doanya lagi ya kawan-kawan. Semoga dedeknya sehat dan makin pinter sampai hari lahir tiba, dan ibunya dedek juga diberi kekuatan dan kelancaran saat lahiran nanti. Aaaaaamiiiin! :D

k.e.n.t.j.a.n

Jadi ceritanya kemarin abis nge-date setelah sekian lama gak kentjan. Nge-date ala kami itu palingan nonton berlanjut makan malem, biasanya. Cuma, lagi-lagi semenjak hamil khan jadi gampang capek, jadilah kita cuma nonton aja gitu kemarin. Film yang dipilih, Oblivion, yang pemeran utamanya si Paman Ganteng, Tom Cruise. Awalnya sih yang ditunggu-tunggu film GI Joe yang terbaru. Cuma kata orang-orang, jelek banget si GI Joe ini, bahkan banyak penggemar yang kuciwa. Jadilah kita duduk manis menunggu Oblivion tayang, yang terealisasi di hari kemarin akhirnya.



Oh ya, kami nonton Oblivion di Platinum Margo City. Kenapa gak di tempat lain? Detos? kayak pasar dan belum ada nfilm yang dimau. Penvill atau Citos? Jauh. Simple. :p

Seperti biasanya, kalo udah mefet banget jam tayang, saya turun dulu di lobi untuk duluan men-take kursi. Di Platinum MC, ternyata Oblivion diputar di Studio 4, yang terkenal dengan jarak kursi yang gak begitu enak. Maksudnya, kalau nonton dan lagi penuh-penuhnya, suka kehalang penonton di barisan depan kursi kita. Alhasil saya memilih barisan H, yang agak menjorok ke bawah. Ini juga kata suaminyaw, dan efekltif ternyata gak terhalang orang. Untung penonton yang nonton film yang sama di hari itu gak begitu banyak dan penuh-penuh amat. Jadi saya bisa milih posisi leluasa.

Overall, ceritanya menarik. Paman Cruise berperan sebagai Jack Sharper, seorang teknisi robot yang menjaga bumi di tahun 2077. Ceritanya di tahun itu bumi sudah hancur berantakan. Bahkan, Empire State Building di NYC sudah tertutup pasir hingga mencapai hampir ujung menara. Wew! Gak kebayang kalo terjadi deket-deket ini ya. Sebenernya sebelum nonton, liat posternya aja udah menarik. Gimana enggak, Golden Gate si jembatan merah yang terkenal itu hampir tertutup seluruhnya dengan pasir akibat bom nuklir. Awal cerita, yang buat bom itu adalah para pemakan bangkai, yang bahkan juga menghancurkan bulan sebagai satelit bumi, yang pada akhirnya mempengaruhi iklim di bumi. Inti ceritanya sih ini seperti konflik antara manusia dan yang dianggap 'pemakan bangkai' yang ternyata juga manusia, bukan robot. Keren banget. Kalo menurut saya sih Oblivion bukan film yang harus ditonton juga, tapi gak ada salahnya ditonton karena efeknya keren banget. Ada drama-dramanya yang menye-menye sih, tapi efeknya kayak beneran. Bikin sukses kebawa sampe mimpi. Hehehe *lebay*

Enjoy the movie, manteman... :D


Monday, April 22, 2013

Si Kupret

Holaw!


Senin lagi. Awal minggu lagi. Still have to struggle with 5 days ahead. Semenjak hamil dan berkantor di Depok, terbukti loh segala emosi dan tenaga yang terkuras di 5 hari kerja sangat terbayar di 2 hari libur, Sabtu dan Minggu. Dengan catatan, gak ada embel-embel kondangan, temenin ke kondangan, temenin ke arisan, atau bad mood mau nge-mall yaaa... Tapi serius, saya menikmati menjadi karyawan Senin-Jumat lagi, dibalik kenistaan bahwa di 5 hari kerja tersebut, saya harus bertemu partner yang kurang lebih sama nyebelinnya dengan weekend yang ternodai dengan kondangan dkk. 

Ingat postingan saya tentang Thoughtless People? Sebutlah dia kupret, nama yang pas diberikan oleh suaminyaw. Selain umurnya yang jauh lebih tua, dia sangatla egois, tidak mau mengalah, dan seringkali pura-pura sibuk kalo dimintain bantuan. Awalnya menghadapi orang ini, eike sangatlah kenyaaaang karena banyak orang yang begini juga di kantor lama. Lama-lama, ternyata saya kesel juga. Gimana enggak, dia khan laki masa gak mau ngalah sama perempuan, hamil pula lagi! Emang kupret.

Terakhir kejadian yang saya alami minggu lalu, when I asked for his help to accompany me nempel poster seantero kampus. Saya minta tolong karena dia terlihat sedang tidak mengerjakan apa-apa. Gak ada salahnya toh, apalagi hari sebelumnya sudah janji mau membantu saya. Tidak dinyana, tidak diduga (halah), dia malah bilang mau ngeliput sambil ngeloyor pergi ke luar ke ruangan TANPA membawa kamera. What the meaning of the maksud khan ya? Setelah menunggu, dia kembali ke ruangan, dan duduk di kursinya sembari internetan lagi. Saya diamkan saja, sampai akhirnya saya gerah dan mengambil poster yang akan ditempel dan menenteng ‘peralatan perang’ yang akan saya gunakan untuk menempel poster. For making it short, setelah saya lelah berjibaku dengan berdiri-nunduk tiap akan menempel poster, dan begah di perut karena keteken tiap nunduk, saya kembali ke ruangan dan melihat si kupret tetap pada posisinya sebelum saya pergi tadi. Fuck! Rasanya pengen saya ulek mukanya saat itu juga! Tampang pura-puranya yang bloon itu loh, pengen tak eek-in. Yang saya lakukan adalah keluar ruangan, duduk si sofa depan ruangan, sambil menarik nafas dalam-dalam dan menangis.

Ketika saya ceritakan tentang hal ini, suaminyaw marah dong dong. Si kupret langsung jadi tema sore itu. Terlebih, karena sudah berhasil membuat saya menangis. Eh iya, saya tapi belum cerita si kupret menerima balasannya khan? Yap, saya berhasil (secara gak langsung) membalas perlakuan dia. Siangnya, kami ada acara pertemuan dengan mahasiswa dari pulau seberang. Saya ditunjuk sebagai MC, dan kebetulan acara baru dimulai sekitar jam 2 siang. Eh tau-tau, si tamu sudah datang dari jam 1 kurang, dan posisi saya belum makan siang. Akhirnyaaa, karena si kupret udh istirahat dari jam 11 (sekaligus soljum sik!), eike ngeloyor pergi maksi dong sama yang lain. Si kupret? Ya ngelayanin dan nyiapin sendirian dong ah, cowok khan, masa minta bantuin orang hamil belom maksi. Kecuali kalo minta digares balik :p Yaudah, saya makan no hard feeling, temen-temen pun juga begitu. Balik ke ruangan, dia udah duduk manis depan ruangan sambil nenteng kamera. Bagus deh, berarti saya tinggal rapi-rapi sedikit, semprot parfum, siap deh. Sesampainya di ruangan pertemuan, tiba-tiba dia heboh minta saya bbm partner saya yang lain untuk mengambil suatu barang yang ketinggalan. Awalnya sih ngomong: “eh prit si anu ketinggalan”. Saya sewotin aja sambil jawab: “trus??!”. Mungkin karena saya sewot dia minta saya bbm partner saya yang lain. Saya bilang aja: “Dia lagi sibuk bawa yang lain, elo sendiri aja yang ambil”. PUAS! Gak enak khan digituin. Saya mah gak mau pura-pura atau apa, mending langsung to the point. Dan bener-bener loh, saya puas liat dia kelabakan sendiri. Mamam tuh.

Nah, 2 hari libur kemarin, tiba-tiba saya kepingiiiiin sekali makan rujak abang-abang yang juga jualan buah dingin itu. Dan entah kenapa, itu abang-abang yang biasanya saya tau pangkalannya dimana aja, kayak menghilang ditelan bumi. Gak ada satu pun tukang jualan rujak yang berjualan. Saya mencarinya dari siang sampai sore pun masih aja enggak ketemu. Daripada saya kesal, akhirnya saya dan suaminyaw bergegas ke Carrefour untuk membeli bahan rujak-rujakan. Sambelnya? Ngulek sendiri ajah, walaupun pada prakteknya si gula jawa dan terasi sukses membuat saya yang gagal senam hamil jadi ‘senam’ beneran karena bolak-balik dapur-ruang makan. 

Dari kejadian si kupret dan rujak, tadi pagi suaminyaw tiba-tiba bicara sesuatu:
“Segala sesuatunya, aku percaya kok kamu mampu ngatasin sendiri. Bahkan sampe hal sepele pun, rujak. Aku nyari gak ketemu, kita berdua nyari juga gak ketemu, akhirnya kita bisa bikin sendiri, dari mulai beli buah sampe ngulek sambelnya. Bahkan aku gak bantuin kamu ngulek dan ngerjain apapun itu. Nah, kembali ke si kupret, aku yakin kamu lebih bisa ngatasinnya. Berbekal hal-hal sepele yang bisa kamu atasin sendiri, jadi kamu yakin aja dan jangan pernah bergantung orang lain untuk hal yang paling gak mampu kamu kerjain sendirian. Aku yakin dan percaya kamu bisa.”

Wow suaminyaw... percaya diri saya langsung menukik setinggi langit. Yang biasanya saya berangkat ke kantor dengan perasaan was was, dan malas, tadi saya niatkan dengan doa yang berbunyi: “Semoga hari ini jauuuh lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Jauhkan saya dari orang-orang egois, gak mau ngalah dan sering pura-pura ya Tuhan”. Dan voila, saya jauh lebih siap menghadapi hari ini dan hari-hari selanjutnya, dengan muka-masa-bodoh menghadapi si Tuan Kupret yang nyebelin itu. Bantu Ndatie ya adek bayyi :*

Friday, April 19, 2013

Thoughtless People

Akhirnya kebagian jatah megang komputer *fiuh

...langsung deh buka blog favorit saya, miliknya si Teh Nina. Dan, saya menemukan postingan terbaru yang lg pas dan ngena di hate (alaaah). Tap bener loh, ini kebetulan banget dengan peristiwa yang sedang saya hadapi belakangan ini. I would tell this story later on, ya. (udah kenalan langsung sama pemilik blog-nya tadi, by mentioned her on Twitter :D)

Jadi judul postingan terakhirnya adalah Thoughtless People. Dan ada sepenggal kalimat di akhir postingannya itu yang menyebutkan begini: I want to keep this in mind: treat other people the way you want to be treated lah ya. Gue kan mau dong dijaga perasaannya, dibikin seneng, diperhatiin, so I HAVE TO jaga perasaan orang lain, bikin seneng orang lan, merhatiin orang lain FIRST.


Edan.
Saya cuma berkomentar seperti itu. Ajib banget nih kata. I want to keep that words in mind, too. Terlebih, ke orang gila yang hobi banget nyepelein the power of bumil macem saya ini. So buddy, beware of ME.








PS: Gara-gara baca blog teh Nina yang tadi, jadi nemu blog yang bagus buat dibaca: (1) http://sanetya.wordpress.com (2) http://www.lafamilledewijaya.com :D

Wednesday, April 17, 2013

yang LUCU

Jadi inget beberapa bulan lalu, saat masih berkantor di Ciracas, saya bergalau ria ketika mengetahui Pipie hamil. Saat itu satu hari menjelang hari ulang tahun saya. Kebetulan, saya berencana mau ke Bandung bersama suami untuk merayakan ultah sekaligur menyambangi sahabat saya, Mbak Novi.

Waktu itu di kantor, menjelang jam pulang. Tiba-tiba mendapat kabar dari heidy yang baru saja di-Watsapp Pipie. Saya bertanya:

Me: Hei, Pipie masih sakit? Sakit apa sih?
Pipie: Masih mbak. Gak tau sih. Cuma katanya mual-mual gitu.
Me: hamil?
Heidy: Kayaknya, hee...

Serta merta saya langsung menyampaikan kabar bahagia sekaligus mengharukan ini ke suami. Dan apa komentarnya: "Sabar ya Ndatie, ntar kita juga bakal dapet yang lucu kok. Berdoa terus aja."

Ya. Se-simpel itu komentarnya. Dia sangat tahu apa yang saya inginkan tanpa harus explicitly mengatakan apa yang saya maui itu. Dan sesederhana itu pula ia menjawabnya. Dan alhamdulillah, dalam 3 bulan ke depan kami akan diberikan si "yang dibilang lucu" oleh Allah SWT. Subhanallah, maha suci Allah yang menciptakan makhluknya berpasang-pasangan, dan menitipkan titipan-Nya yang mulia ini ke dalam rahim saya.

Maka nikmat Tuhan yang manakah yang engkau dustakan?

I'm a proud girl who married with a right guy. Lucky me.

Update Baby Stuff

Holaw!
Masih inget postingan saya tentang Baby Stuff? Nah barusan nemu lagi nih referensi dari blog-nya Teh Nina. Mungkin ada beberapa barang yang sama atau gak perlu kayak di postingan Baby Stuff kemarin. Cuma untuk menambah referensi bagi yang juga lagi nyari perlengkapan buat newborn baby, here they are:

Kebutuhan Utama Bayi
>>Pakaian
 [½ lusin] stelan baju tangan panjang + celana panjang
 [1lusin] atasan lengan pendek
 [1lusin] atasan tanpa lengan
 [1½ lusin] celana pop/celana pendek
 [2-3] jumper/baju monyet
 [2-3] celana tutup kaki **optional
 [4-6 pasang] sarung kaki + sarung tangan
 [1-2 buah] kaos kaki/sepatu bayi
 [1] cardigan/jaket/baju hangat
 [1] topi bayi
 [½ lusin] singlet
 [2 lusin] popok kain
 [½ lusin] gurita
 [1- 1½ lusin] bedong
 [2-3 buah] alas dada/oto (bib)
 [½ lusin] sapu tangan handuk

Perlengkapan Mandi & Ganti Pakaian
 bak mandi *bisa dipinjam
 penyangga/kursi mandi **optional
 perlak mandi untuk alas ganti pakaian
 alas karet anti slip ***jika menggunakan kursi mandi, alas ini bisa dibeli setelah bayi bisa duduk sendiri didalam bak
 [2 buah] handuk bayi besar
 [3-4 buah] washlap/sarung tangan handuk
 sponge bath **optional
 sabun mandi
 shampoo ***bisa menggunakan yang two in one dengan sabun
 baby lotion/baby cream
 baby oil
 baby cologne
 diapers cream
 bedak+tempatnya
 minyak telon
 lotion anti nyamuk
 wet tissue
 cotton buds
 sisir+sikat bayi
 gunting kuku bayi
 1 pack newborn pampers
 kapas bulat ***kalau mau irit beli kapas kiloan di apotik lalu bentuk bulat-bulat, simpan di toples

Perlengkapan Tidur
 box/crib/tempat tidur bayi *bisa dipinjam
 kasur ***sebaiknya baru
 [2 pasang] bantal guling
 Seprai, bumper/pengaman, kelambu
 bantal peang (ada lekukan di bagian kepala)
 selimut bayi
 kojong/tudung **optional
 [1 buah] perlak besar
 [2 buah] perlak kecil
 alat monitor bayi **optional & bisa dipinjam

Perlengkapan Minum & Makan
 botol susu + dot )***beli 2-3 botol ukuran kecil, lainnya bisa dibeli setelah bayi lahir
 sterilizer/panci untuk merebus botol ***pilih salah satu
 penjepit untuk mengambil dot & botol
 sabun + sikat cuci botol
 box untuk menyimpan botol
 milk powder container
 bottle warmer **optional & bisa dipinjam
 botol susu berujung sendok untuk memberikan ASI atau jus buah usia 6 bulan ke atas
 training cup
 perlengkapan makan bayi (sendok+piring,dll) ***untuk 6 bulan keatas
 pemeras jeruk, parutan & saringan ***untuk 6 bulan keatas
 food processor atau bisa menggunakan juicer atau saringan untuk melembutkan makanan tim ***untuk 6 bulan keatas
 kursi makan **optional & bisa dipinjam

Kebutuhan Tambahan
 thermometer
 sedotan ingus (nose cleaner)
 kassa
 alcohol 70%
 betadine
 tas bayi **optional
 play pens [boks tempat main bayi] **optional & bisa dipinjam
 baby bouncer (kursi santai bayi) **optional & bisa dipinjam

Kebutuhan Travelling
 stroller/kereta bayi *bisa dipinjam
 gendongan bayi (sling)
 car seat **optional & bisa dipinjam
 carry cot (keranjang bayi) **optional & bisa dipinjam

Kebutuhan Ibu
 [3 buah] BH menyusui
 breast pads
 gurita ibu
 breast pump (pemompa asi) **optional



It's gonna be FUN! :D 

Friday, April 12, 2013

serba-serbi blog walking

Saya sangaaaat menikmati blog walking selayaknya saya menikmati window shopping *uhuk colek suami :D. Banyak hal-hal menarik yang saya dpaatkan ketika blog walking. Terlebih nih, soal makanan sama merk-merk untuk barang tertentu. Terkadang saya ingin mencoba atau membeli setelah blog walking seharian di kantor. Kantor lama atau kantor sekarang nih? Hahaha. Kalo di kantor lama pastinya waktu masih ngerajain majalah anak. Browsing buat artikel sekalian deh blog walking. Uenak tenaaan. Tapi pas udah ngerjain buku anak, boro-boro browsing apalagi blog walking.

Di kantor baru sebenernya saya tidak belum mendapat jatah komputer sendiri. Tapi ketika saya dapat jatah nge-desain atau salah satu rekan saya tidak masuk (hehehe), saya saaaaangat memanfaatkan kesempatan ber-blog walking ria. 

Sebenernya gak ada jenis atau blog tertentu yang saya suka. Saya suka dengan hampir semua konsep blog, terlebih yang menawarkan informasi besides their daily life. Tapi bukan berarti saya tidak suka dengan blog yang hanya menampilkan curhatan saja loh! Sambil menyelam minum air--sambil mendapat informasi baru, saya juga membaca 'curhatan' atau bahkan hal gak penting yang ikut ter-posting di suatu blog. Gak juga dibilang hobi sih, tapiii lebih ke kepo penasaran. *yah sama aja*

Kalo untuk orang yang saya kenal, saya menikmati blog milik si ibu baru, Prinandita Adhika. Si Pipie, panggilan akrab orang ini, adalah teman baik saya di kantor terdahulu. Orangnya baik, gak nyeleneh, walau pernah sama-sama punya pengalaman gaenak tentang masalah...yasudahlah. Hehehe. Dia sudah lama mempunyai blog, mungkin sejak jaman kuliah. Seiring berjalannya waktu, blog-nya makin rapi dan rapi, isinya pun semakin menarik (bukan berarti sebelumnya tidak menarik loh yaa). Dia melabeli banyak sekali pembahasan, diantaranya tentang si pacar (yang sekarang bahkan sudah menjadi suami dan ayah dari anak perempuannya yang lucu!), keluarganya yang sangat harmonis, resep ( she loooooooves to cook), Bandung (dulu dia berkuliah di ITB), lain-lainnya, dan CRAFTING. Kenapa saya letakkan crafting di paling akhir dan berhuruf kapital? Soalnya hidup dia selain anak dan suaminya ya untuk urusan crafting. Pokoknya yang suka crafting dan jait-menjait buka-buka deh blog-nyaa ;)

Blog yang kedua adalah milik kakaknya sahabat saya di kampus FISIP dulu. Nama teman saya Mia, dan nama kakaknya ini Andina atau Nina. Si Mia dekat sekali dengan keponakannya alias anak kakak satu-satunya ini. Hampir setiap hari pula, saya melihat intensitas kakak-beradik ini di Twitter. Suatu hari saya tergelitik untuk membuka blog-nya. Menarik! Itu kata pertama saya setelah melihat blog-nya. Bahasa blog-nya se-easy going pemiliknya. Banyak info tentang tempat makan enak, rekomendasi lauk-pauk yang dijual online, dan sepatu. Teh Nina ini penggila flat shoes.Apalagi semenjak hamil dan punya anak, Adya, dia merasa lincah jika memakai flat shoes. Sebagai flat shoes mania saya sungguh menikmati blog Teh Nina ini. Jadi pengen kenalan sama dia secara personal :D

Semenjak bersuami, rasa ingin tahu saya pada dunia masak meningkat ratusan kali lipat. Rasa ingin tahu ya, bukan mencoba... Hehehe. mencoba sih, tapi belum setiap hari. Paling hanya sesekali on weekend. Semenjak kenal Pipie yang juga hobi masak, saya mendapatkan banyak blog resep tentang masakan, baik untuk pemula maupun yang udah canggih. Salah satunya adalah website milik Mbak Endang, http://www.justtryandtaste.com . Websitenya super duper menarik! Lengkap ada foto proses pembuatan, plus juga resep-resep bagi pemasak pemula. Hehehe. Resepnya beragam dari cita rasa Indonesia sampai internasional. Sebenernya ada satu lagi blog tentang masak-memasak, milik Mbak Hestie. Tapi berhubung  isi dari blog-nya terkesan gak mau di-share ke orang lain, saya gak begitu menyukainya.

Saya penggila novel. Ada beberapa penulis yang saya kagumi, dan salah satunya Fanny Hartanti. Saya mulai menyukainya semenjak memiliki novel berjudul C'est La Vie, karya Mbak Fanny. Mulai dari situ, saya mem-follow twitternya, dan mengikuti perkembangan kehidupan dia semenjak menikah dengan pria berkebangsaan Belgia. I looove her family, terkadang envy dengan wajah 'selokal' dia, dia mendapatkan kehidupan yang menurut saya seperti di negeri dongeng. Hahaha, tenang kok... Saya juga mencintai kehidupan saya sekarang, cuma terkadang pengen aja gitu hidup di luar negeri. :p

Ada satu lagi nih, blog yang menurut saya menarik. Blog milik Nike Prima ini saya temukan ketika sedang ribet mengurus pernikahan. Sebenernya banyaaaak banget blog orang yang ngebahas tentang pernikahan dan segala vendornya. Cuma pas saya kebetulan buka blog Mbak Nike ini, saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama (tsailaah!) dan menjadi 'pengikut' setia blog ini hingga sekarang. Mbak Nike dan suaminya menurut saya pasangan yang keren dan retro. Di kala saya orang suka dengan Tulus dan Maliq n D'essentials (yang menurut saya jarang banget loh yang suka mereka), mereka malah suka band-band indie yang agak retro. Gaya pernikahan mereka pun antara tradisional yang Jawa banget, dicampur dengan gaya ala mereka. Cucok markocok banget deh pokoknya. Foto pranikahnya pun sangat menarik, jarang-jarang loh foto pranikah yang tidak mengekspos si empunya hajat. Nah mereka ini! Brilian banget deh pokoknya...

Kira-kira segelintir blog ini yang saya sering buka. Selain blog, saya menikmati Tumblr juga sih. Tapi tetep, gak senikmat blog walking. Hehehe.. Enjoy blog-ku juga yaa... Semoga memberikan "cukup" informasi... :D

tangan suami

Semenjak menikah, kebiasaan bermanja pada suami selain halal makin bertambah intensitasnya. Apalagi setelah hamil, terkadang saya bisa seharian bermanjaan dengan suami ketika weekend tiba. 

Hamil anak pertama ini ternyata berat di awalnya. Saya punya maag, dan mengalami bad morning sickness hingga bulan kelima kehamilan. Samapi sekarang sih masih suka mual, tapi paling hanya 2 minggu sekali paling sering kalau muntah. Saya akui, di trimester kedua akhir ini saya baru merasakan nikmatnya mengandung. Di luar badan melebar, perut membuncit, saya bisa leluasa makan, walau terkadang masih aja suka gak cocok sama menu yang ada di rumah. Maklum, masih menetap di Pondok Indah Mertua. jadi terkadang kabur ke rumah orangtua minta makan, atau beli sekalian di luar setelah pulang dari kantor. Hehehe, option terakhir ini yang menghasilkan dompet kempes sebelum hari gajian tiba.

I'm not picky eater, though. Tapi seringkali terkadang ketika saya merasa capek namun lapar, dan melihat isi meja makan, saya urung untuk makan karena lauknya tidak cocok. Ketika ditanya suami mau makan apa, saya selalu menggeleng. Ya kelakuan ibu hamil cenderung absurd sih. Ditanya mau makan apa, saya menggeleng atau bilang "kamu sebutin jajanan apa aja deh yang enak". Udah disebutin macem-macem, lagi-lagi saya menggeleng. Lebih enak menenggelamkan muka ke dalam bantal dan langsung tidur saja. Si suamiw siaga makin bingung jadinya. Karena dia lebih khawatir sama jabang bayi yang di dalem, dan juga saya yang gamau makan. 

Hal ini semakin menjadi waktu saya baru resign dari kantor lama. Saya menghabiskan waktu m\ngendon dalam kamar selama 2 minggu. karena rasa malaaass yang teramat setelah hamil, untuk mengambil makan di bawah saja saya bahkan harus menelepon suami di kantor. Untuuung kantornya deket, kalo jauh? -___________- Gak jarang saya makan siang setelah dia pulang kantor jam 4-nya. Pasti, si suamiw membawa buah tangan, berupa makanan penambah selera. Ternyata saya tetap juga tidak mau makan. Gak tau darimana datangnya si ide, si suami alhasil memakan makanan buat saya (waktu itu ayam bakar Ortega yang terkenal enak itu looh...) dengan tangan telanjang. Ketika melihat dia makan, kok rasanya enaaak banget. Dia menawarkan untuk menyuapi saya dengan sendok, tapi saya gak mau. Saya mau dengan tangan telanjangnya dia. Daaan...berhasil! Sekali suap, saya masih mencerna rasa ayam bakar itu. Suapan kedua saya mulai tertarik dengan rasanya, dan kemudian ingin merasakan suapan-suapan berikutnya. Tangan suaminyaaaw ternyata kuncinya.



Hal gak cocok mamam ini sudah sering berlangsung, sampai beberapa hari lalu. Kata suamiw, di rumah ada sate ayam. Saya membayangkan bau sate baru matang yang dimakan dengan nasi panas. Hmm, pasti enak. Ternyata, sate ayamnya adalah lauk dari kotak nasi pengajian majelis taklim ibu mertua. Jeng jeeeeng... Udah anyep bin agak kecyuut bumbunya +___+ Langsung mual, dan 'ngambek' gamau makan. Mau dibeliin sate fresh pun udah gak minat. Akhirnya suamiw siaga bilang, ada tempe penyet. yaah, daripada gak makan. Akhirnya nasi plus tempe penyet plus tangan telanjang suami berhasil mengembalikan mood makan saya. Horeee...

How can I live without 'em, ya? ;)



Thursday, April 11, 2013

fro.yo

me: tiba-tiba kepengen froyo. yuuk... :)

hubby: asiik.. ayooo..


*maafkan ibu hamil yang seringkali random kepingin ini-itu ya suaminyaw... :D


Update news:
Sudah terlaksanan, kemarin, tanggal 14 April 2013, di J.Co Plaza Semanggi. I'm such a happiest bumil in the world!

Tuesday, April 2, 2013

FYI.


Lagi-lagi masalah kepo-mengkepo hadir. Heran deh, lagi hamil gini masih aja ada ‘orang baik’ yang mau ngasi pahala. Nurut sama suami selain dapet pahala, emang menguntungkan juga. Dengan diam, saya benar-benar bisa memetik pahala dan buah kesabaran. Thanks to my silly hub...

Ini berawal dari cap yang sudah berlaku di diri saya sejak masalah Twitter. Sebenernya juga heran, ngapain sih ngotak-ngatik sampah orang. Lalu hal ini berlanjut saat awal Maret lalu. Sejak awal februari, saya memang sudah kembali menikmati madunya hari sabtu di rumah. Tapi sesekali masih aja sih ‘terganggu’ dengan adanya job translate. Karena memang gak menyita waktu dan itu sering saya kerjakan di kantor terdahulu, saya sih masih semangat-semangat ayam mengerjakannya. Tanggal 2 Maret lalu saya kembali diberi tugas untuk menterjemahkan perkejaan tersebut. Terjemahan itu terdiri dari 32 halaman bergambar majalah anak-anak, yang sama sekali (sebenernya) tidak menyita waktu. Namun, tanggal 2 waktu itu, saya benar-benar sedang sakit. Sejak hari Jumatnya, badan saya demam naik turun suhunya. Parahnya di hari Sabtu, saya sempat merasakan panas hingga suhu 39,2 derajat. Pokoknya hari itu yang rencananya suami harus ngecek pemasangan alat apa gitu di kantor, sampai gak berani ninggal saya yang hanya terbaring di tempat tidur. Siangnya, pas suhu badan agak mendingan, saya memberanikan diri untuk ke kamar mandi sekedar untuk membasuh muka dan wudhu untuk sholat Dzuhur. Setelah sholat, saya membuka BB dan melihat ada noification email masuk disana. Ternyata ada kiriman email untuk tugas menterjemahkan lagi. Saya liat BBM, mantan mbabos cuma menulis “Prita...” yang saya jawab dengan “ya” saja. BBM tersebut hingga malam harinya tidak berlanjut dengan pertanyaan apapun, bahkan hingga keesokan harinya. Saya hanya mengira bahwa hari itu jaringn lagi kacau dan sinyal BBM pending ke semua provider. Ya, saya masih berpikir positif. 

Karena keadaan suhu tubuh yang kembali meninggi, akhirnya suami saya memutuskan untuk membantu saya mengerjakan terjemahan tersebut. Saya benar-benar bedrest, hingga dikompres. Yang namanya termometer selalu dekat dengan saya, kalau-kalau saya kehilangan kesadaran. Saya masih bertahan untuk tidak dibawa ke RS, karena saya masih bisa berkeringat hanya dengan kemulan dengan bedcover yang tebal. Kok jadi suami saya yang mengerjakan? Memang bisa? Beberapa kali dia pernah melihat saya mengerjakan itu, bahkan sesekali melihat-lihat isinya. Jadi dia sama sekali tidak merasa asing dengan pekerjaan saya.

 Saya tertidur hingga sore hari dan melihat suami saya tidur di kasur tambahan. Kasian :( Pasti dia lelah melihat bahasa majalah anak yang agak rumit kalau ditranslate ke bahasa Inggris. Saya membangunkannya, dan dia berkata: “Aku udah ngerjain semuanya, kecuali yang komik, kepanjangan sih, hehehe,. Sama yang itu Nda, translate lagu Balonku. Gak ngerti”. Ah baiknyaa :’) sungguh, baju yang saya kenakan masih sama dengan hari kemarin. Saya sempatkan ke kamar mandi, tapi bukan untuk mandi, hanya untuk membersihkan badan formalitas saja dan berganti pakaian. Setelah bersih-bersih dan lain-lain, saya bedrest kembali. Kembali, badan saya meninggi suhunya. Yaudahlah, hari itu benar-benar saya  gunakan pure untuk beristirahat.

Besoknya, saya merasa baikan. Saya ingiiiin sekali makan Okonomiyaki, itu tuh pizza ala Jepang. Langganan saya ada di Detos, lantai dasar (lantai Hypermart). Jadilah saya dan suami kesana, berhubung saya juga mulai minat makan. Ternyata badan saya belum sembuh benar, karena sesampainya di Detos, badan saya kembali diselimuti keringat dingin. Too bad :( Sepulangnya dari Detos, saya sempat mampir ke rumah orangtua saya, untung mengambil sari Kurma, untuk peredam panas. Niatnya, sesampainya di rumah saya ingin tidur sebentar dan mengoreksi pekerjaan aya yang tertunda kemarin. Baiknya suami saya, dia malah meringankan tugas saya dengan mengerjakan komik yang menurutnya panjang dan lama pengerjaannya, demi saya yang akan beristirahat dulu. Hiks hiks, nikmat Allah yang manakah yang engkau dustakan?

Ketika bangun, saya kembali menemukan suami saya tertidur pulas kelelahan. Saya menguatkan diri untuk mengecek terjemahan saya yang terbengkalai. Hihihi, lucu kalo ngeliat bahasa Inggris suami. Acak-acakan tapi menghibur lah. Yang bikin stres, editor jaman sekarang itu males banget bikin one page activity. Semua halaman dibikn two pages activity, dengan details yang lumayan bikin mata njelimet. Jaman saya baru masuk dulu, saya benar-benar ditempa untuk bagaimana membuat naskah yang baik. Bahkan sampe dibawain indikator dan sasaran pembelajaran, agar bener-bener nyampe ke anak usia TK. Saya bukannya gak mau ngerjain terjemahan itu, tapi saya ragu, apa penerbit asli majalah ini gak siwer matanya kalo banyak detail yang gak jelas begini. Di tengah saya bersuhu badan tinggi, saya menulis di twitter: “Terkutuklah Tom and Jerry!” (bukan nama majalah sebenarnya). Setelah menulis itu di twitter, saya merasa puas karena itu sepadan dengan weekend saya yang terbuang sia-sia karena harus mengerjakan terjemahan itu, dan dengan kondisi badan saya yang gak enak. 

Semakin menuju ke halaman akhir itu majalah, saya benar-benar tidak melihat perubahan tentang detail yang ada. Sangat berantakan dan membingungkan! Saya gelisah, anak saya di dalem perut pun gak bisa berhenti bergerak. Kembali saya menulis: “ Kalo ngerjainnya udah nyusain orang begini pasti produknya gak laku khan khan khan? Amin!”. It was refer to nyuruh orang lain yang juga kerja on weekdays, di weekend, sementara yang ngasi kerjaan enak-enakan tidur atau jalan-jalan, emang enak? Memang enak! Untung saya masih mengangap mantan kantor saya, dan mencintai pekerjaan itu. Saya hanya sebal karena tidak bisa ask a request or even ngasi pendapat tentang pekerjaan itu. Hhh, sebel!

Saya mengerjakan dari setelah sholat dzuhur sampe menjelang maghrib. Suami saya mungkin sudah bermimpi mengelilingi dunia saking nyenyak tidur karena kelelahan. Tiba-tiba saya eneg, dan ingiiiiiiin sekali menyeduh shabu-shabu di Hanamasa. Sekali lagi, saya men-tweet di Twitter: “Kepengen banget shabu-shabu Hanamasa. Ada yang dicelupin juga kepalanya?”. Saya gak ada maksud tertentu mengenai twit saya ini. Semua orang tokh bisa menulis seperti ini juga khan? Kurang kerjaan aja sih menurut saya kalo ada yang ngerasa ;)

Yang saya lakukan ini adalah imbas dari kejadian hari Selasa lalu. Sambil menunggu pekerjaan (yang sayangnya jatuh di hari libur nasional), saya sempatkan untuk membuka Twitter dan facebook, untuk membuang waktu. Saya melihat twit dari seorang teman saya di kantor terdahulu, yang me-mention mantan mbabos saya. Saya tergelitik untuk membuka akun twitter mbabos saya, yang sengaja saya block demi kebaikan semua. Lagi, saya tergelitik untuk membuka akun blog-nya yang tercantum di bio twitter-nya. Saya agak terkejut, ketika membaca postingan terbaru yang dibuatnya tangal 3 Maret 2012. Dia menyebutkan tentang seseorang yang lagi-lagi memposting hal-hal yang tidak baik di jejaring twitter. Saya spontan langsung melihat ke history akun Twitter saya di tanggal yang sama. Ya, saya sudah mengira, bahwa seseorang yang mbabos saya di Twitter itu kemungkinan besar saya. Serta merta, saya flashback di tanggal itu, dan mengingat postingan twit di beberapa akun twitter milik teman saya di kantor terdahulu, dan kegiatan saya di tanggal itu. Saya mengingat jelas kejadian di tanggal itu, yang saya sudah sebutkan tadi bahwa saya sedang dalam kondisi badan yang tidak sehat. Bukan suudzon ataupun menuduh, saya langsung mendapat 2 nama, sebut saja si wanita X dan si laki-laki Y. Ada twit mereka di tanggal-tanggal tersebut yang sedikit menyinggung ucapan saya di akun twitter pribadi saya. Kurang kerjaan.

Saya ingin mengutip kembali sebuah posting-an di ILoveAllah.com. Kutipan itu berbunyi: “ Remember that life is a test. We will be tested by Allah SWT in matters that require Sabr (patience) and Shukr (gratitude)”. Semenjak hamil, saya banyak menerima cobaan, baik itu dari orang (manusia) maupun dari hal pekerjaan. Saya ingat, i decided to walk at my own path. Mencari kebahagiaan dengan cara saya sendiri, walau jika orang lain melakukan itu belum tentu kuat dan mudah. Saya tau resikonya ketika saya memutuskan untuk pindah pekerjaan. Saya akan kehilangan dunia indah saya bersama teman-teman sepenanggungan di kantor dulu. Saya akan meninggalkan kebiasaan sehari-hari saya, dan bahkan komputer yang sehari-harinya menamani saya. Sungguh. Bahkan saya sempat mem-posting blog terakhir saya dengan komputer pegangan saya itu. Rasanya? Luar biasa sedih! Cuma saya berpikir, hidup itu pilihan. Kalo gak dari kita yang milih dan nyari kebahagiaan macam mana, lalu siapa lagi? 

Sudah ‘lagu lama’ saya tidak akur dengan mantan mbabos saya. Di mata saya, mbabos saya itu sebenarnya baik, namun misterius. Agak misterius sih lebih tepatnya, soalnya dia susah percaya dengan seseorang. Dia harus yakiiiiin sekali dengan dirinya, baru bisa mempercayai orang lain. Dia juga hobi memposisikan dirinya ketika berteman. Cara berteman dia dengan si A, mungkin agak berbeda ketika ia berteman dengan si B. Yang lebih gak manusiawi lai, dia entah lupa atau tidak bisa menghargai pekerjaan yang dilakukan anak buahnya, dia mungkin bisa menghargai atau memuji pekerjaan yang dilakukan oleh sahabatnya, tapi tidak ke saya. Apa kabar ketika saya ‘dilaknat’ untuk menjadi MC di setiap acara? Apa kabar ketika saya harus in charge pada suatu pekerjaan ketika dia ‘dinobatkan’ untuk menjadi koordinator editor? Apa kabar ketika saya menikah, dan saya sudah memberi tahunya bahkan ketika H-6 bulan, dia malah secara (ngakunya) tidak sengaja memesan tiket ke Bali untuk liburan? Apa kabar ketika saya memilih untuk gigit jari ketika (bahkan) dia bisa datang ke pernikahan teman-teman seangkatan saya, tapi TIDAK ke anak buahnya sendiri? Apa kabar ketika dia bisa memaklumi teman-teman sejawatnya ketika berbuat salah, tetapi TIDAk kepada saya? Apa kabar ketika dia meminta saya untuk lembur di H-1 saya resign? Blah, ini hanya sekian dari sikap dia ke saya ya, masih banyak yang lainnya, yang bahkan membuat saya menangis tiap kali pulang ke rumah. Makan hati? Iya!

Walau begitu, sesungguhnya saya sangat menghormati dia. Dia tidak melarang saya berkomunikasi lo-gue dengannya. Saya bahkan sempat mengirim kue untuk kado natal dia. Saya selalu berharap dia akan jauh lebih baik kepada saya, esok-esok harinya, saat saya menjalani hari-hari saya di kantor terdahulu. Bahkan, saya hanya berharap sedikit, agar dia bisa memaklumi saya yang sudah menikah dan sedang mengandung, seperti dia memaklumi sahabat-sahabatnya yang sedang mengandung juga. Susah sih, ah yasudahlah.

Anyway, sampe sekarang saya gak tau sih siapa yang memberi tau mbabos sampe dia tau, atau mungkin dia melihat sendiri, iseng seperti saya. Walau begitu, jujur saya tersinggung dengan isi blog pernyataannya. Dia menggunakan ayat alkitab untuk membuktikan dan merasa bahwa dirinya benar serta bebas masalah. Lalu, buat apa dia menyerang perbuatan saya di twitter dan malah menuliskan di blog? Bukannya itu contoh pengecut? Blog becomes social network then... I see. 

Negara ini negara bebas. Semenjak Soeharto lengser dan kementerian pimpinan Harmoko ditiadakan, rakyat Indonesia justru semakin bebas mengutarakan pendapat. Janganlah selalu merasa bahwa orang di usia jauh di bawahmu anak kecil, jangan selalu merasa dan bilang "gak usah sok dewasa deh lo" ke orang yang mungkin ternyta benar pendapatnya. Janganlah menaruh curiga dan merasa bahwa dirimu yang dipermasalahkan ya. Saya bahkan bodo amat dan tidak menaruh curiga dengan perbuatan anda selama ini. Catat dan ingat, kapan saya pernah membangkang? Jangan merasa paling hebat dengan ayat agama anda. Anda tahu, itu sudah menyangkut SARA, apalagi menganggap diri Anda paling beragama dan orang lain tidak. Selama ini bukannya anda yang mengajarkan saya, bahwa menulis berita atau tulisan harus hati-hati, takutnya menyinggung hal yang berhubungan dengan SARA. Kalo anda merasa perbuatan adalah cerminan dari sikap seseorang, anda sendiri bagaimana dengan menulis hal tidak baik melalui media-yang-bukan-jejaring sosial, sedangkan anda mencantumkannya di bio media sosial? Sama saja, bukan?

Yang adil, mulailah respect others dengan gak usah mengotak atik sampah orang dan menganggapnya sebagai sebuah ancaman, dan saya pun (akan lebih) begitu. Sekarang sudah terpampang nyata dong, bahwa anda ternyata juga memposting aneh di blog. So, simpan ayat anda. Resapi baru nyatakan. 

Enjoy your day :)

Fruit salad ala Bumil :)

Mungkin resep ini sama rasanya kayak salad buah biasanya. Tapi, karena semenjak hamil saya jadi lebih picky terhadap makanan, menurut saya ini baru yang namanya salad buah (err, ala saya :p). berhubung semenjak hamil pula saya jadi males masak yang ribet, akhirnya setelah googling kesana-kemari saya menemukan beberapa resep salad buah nan praktis, namun lezatos tiada taranyos. Here they are:

Bahan:
1 kaleng fruit cocktail
1 kaleng leci kalengan
1 bungkus sari kelapa
1 buah apel fuji
2 buah jambu biji
2 cup yoghurt rasa bebas (saya memakai yang plain and sweet, bisa juga yang plain)
1 ½ sachet susu kental manis (saya memakai merk Frisian Flag)
1 cup keju parut
Air perasan lemon (sesuai selera)
Parutan kulit lemon (sesuai selera)

Cara membuat:
  • Tiriskan fruit cocktail dan leci kalengan, taruh di wadah.
  • Kupas dan potong dadu apel fuji serta jambu biji. Jangan lupa hilangkan bijinya yaa ;). Campur di wadah yang sama dengan buah kaleng tadi.
  • Masukkan susu kental manis, air perasan lemon dan parutan kulit lemon. Aduk rata. 
  • Taburkan keju parut.
Voila! Jadilah fruit salad ala saya. Untuk buah, bisa ditambahkan berbagai buah lainnya loh, bisa melon atau potongan jeruk. Ini sih karena berhubung di kulkas adanya itu aja, hehe. Ada beberapa resep sih yang saya temukan menggunakan mayonaise khusus untuk salad, dan saya pernah mencoba mempraktekkannya. Walaupun pada akhirnya habis ludes oleh suami dan bapak mertua, menurut saya it was too tasty, seperti ada rasa bumbu masak di dalamnya. Lagipula, mayonaise terlalu fatty dan harus menggunakan susu kental manis yang lumayan banyak untuk menghilangkan rasa dan aroma fatty dari mayonaise. That’s why, saya menggantinya dengan yoghurt (yang sudah psti sehat) dengan rasa plain and sweet. Kebayang juga sih kalo pake yoghurt yang berasa buah, mungkin akan jauh lebih segar. Pokoknya tergantung selera ya kawan. Ini saladku, mana saladmu? :)

Monday, April 1, 2013

I'm the Yellow-Orange Jacket






buat yang gak percaya saya bekerja di FISIP UI ;)

Enggak Selalu

Ceritanya semalem tiba-tiba pengen banget besok (yaitu hari ini) nulis blog. yaudah sekarang kesampean. Gara-garanya kebiasaan bengong dan ngayal dateng lagi, dan kemaren kepikiran tentang si kantor lama (Erl) dan kantor baru. Seriously, gara-gara kepikiran setitik itu, malemnya saya mimpi diperintah mantan mbabos buat bikin materi buku. Daaaamn! -______-

Hal yang tercepat gak selalu bisa jadi hal yang termudah. Begitu pun sebaliknya, hal yang ter-ribet sekalipun gak selamanya akan jadi yang tersulit. Ini yang saya dapatkan ketika proses melamar pekerjaan, baik di Erl maupun di UI. waktu di Erl, sepertinya saya hanya melewati satu hari tes dengan menjalankan 2 materi tes, dan minggu depannya (atau gak sampe seminggu) langsung wawancara user, dan besoknya diterima. So easy and simple, kalo dibayangkan. Tapiii, ternyata itu gak sepadan dengan pengalaman 1 tahun 8 bulan yang saya alami disana. Saya akui, saya belajar banyak ketika menjadi editor disana. Terlebih, awalnya khan saya menjadi editor sekaligus reporter majalah anak-anak. Dari situ, saya banyak mempunyai link-link, mengaplikasikan ilmu saya yang saya dapat saat kuliah, dsb. Fun! Gak enaknya, yaa gitu deh. Orang disana hobi sekali mengkotak-kotakkan others. padahal sebagai anak baru sekaligus junior, saya harus bersikap hormat bahkan menghapal banyak proses penerbitan disana. Belum lagi masalah yang diada-adain, yang twitter-twitter ituuu loh! Bikin males... Yah, intinya emang gak jodoh sama Erl. Oh iya! Kabar terbaru malah setelah saya keluar, ada gosip yang bilang bahwa saya ikut 'berkhianat' dengan kantor baru yang didirikan 2 petinggi Erl yang sudah lebih dulu keluar. Anggep aja belajar jadi artis, diem dan dapat pahala.

Mereka yang sirik dan dengki saat saat saya di Erl gak tahu, bahwa dari akhir bulan November saya ditawari si Miss Rempong, Egia, buat melamar di UI. Semenjak menikah, dan mempersiapkan diri jika hamil nantinya, saya memang beberapa kali menanyakan Egia tentang adanya lowongan kerja di UI. Ceritanya saya CLBK dengan kantor sebelum saya di Erl. Suatu hari di akhir November, sepulang saya dari sebuah acara kantor di Bekasi, saya diberi tahu Egia bahwa UI membuka lowongan untuk pegawai tetap, dan waktu yang diberikan untuk mengirim berkas HANYA  2 hari. Maak, mana saya masih jauh dari Depok, saya segera menghubungi suami saya untuk mencicil berkas-berkas yang harus dikirim. Thanks God, punya suami yang kerja di Depok, jadi gampang kalo ada apa-apa yang menyangkut rumah. Sementara suami menyiapkan berkas, saya menyiapkan mental karena baru-baru itu, saya baru dinyatakan hamil. Tes diadakan tidak lama setelah pengiriman berkas terakhir, mungkin sekitar semingguan. Sialnya, saya yang masih hamil muda dan mual-mual, hari itu ditinggal dinas ke Lombok oleh suami. Makjaaan! Ibu mertua saya pun ambil alih tugas suami untuk mengantar saya. Bismillah, saya berhasil melewati hari itu dengan menahan mual, menahan pegel leher, menahan panas udara di dalam balairung, dan setelah itu harus kembali ke kantor si Ciracas. Beberapa hari berikutnya, saya dinyatakan lolos untuk ikut seleksi tes berikutnya. Alhamdulillah! Berhubung suami sudah pulang, dan bertepatan dengan hari sabtu, saya minta ijin ke bos jujur ingin mengikuti tes di UI. Yeay, diijinkan! Yang mutung malah mbabos saya (bodo amat, TERSERAH LU DAH!). Hari itu psikotest, dan alhamdulillah, saya berhasil melewatinya tanpa kendala. Mungkin berkat ada suami jadi semangat kali ya :p Lagi-lagi, syukur saya dinyatakan lolos wawancara sebagai tes berikutnya. Wawancara diadakan seminggu sekitar tes terakhir, tapi di hari kerja. Saya berniat datang pagi-pagi agar tidak mengganggu jam kantor saya. Alhamdulillah, jika pelamar yang lain membutuhkan 30-45 menit untuk diwawancara, saya hanya melewatinya dalm sekitar 15-20 menit. Saya waktu itu sih agak heran, ini apa karena saya sok tau ngomongnya jadi cepet atau karena saking hebatnya (sumpah ini GR! :p) jadi cepet. Alhamdulillaah, saya diterima!! Tapi ini belum selesai. Saya harus melakukan pemberkasan kembali, dan tes kesehatan secara pribadi. Aww, yang saya sebalkan adalah, tes kesehatan harus di RS pemerintah. Damn! Berarti saya harus ke RSUD Depok. Sumpah ya, saya akui bahwa Depok memang kota besar. Tapi menurut saya, Depok belum siap mempunyai RS pemerintah, bahkan belum laik. Dengan pelayanan yang diberikan, bahkan ini jauuuuuuuh sekali dari Fatmawati yang juga sama penuhnya. Kalau suami tidak ikut campur dan turun tangan, mungkin saya sudah menyerah begitu saja dan pulang menolak masuk di UI. Sumpah ya gak tega ngeliat orang-orang tua berdiri antri, dioper sana-sini. :(

Akhirnya dengan jalan panjaaaang nan tidak mudah, saya resign dengan mudah dari kantor lama, untuk bekerja di UI. Suami mengingatkan, untuk jangan kaget kerja di UI di hari pertama saya bekerja. Saya bingung dengan kata-katanya. Ternyata benar, saya kaget. Saya tidak sibuk seperti di Erl, saya bisa dengan leluasa pulang tenggo setiap hari, saya bisa bebas bertemu suami, tapi saya cenderung bingung saat pulang ke rumah. Kenapa? Karena saya merasa saya tidak melakukan apa-apa di kantor, dan tidak ada yang bisa saya bayar ketika saya tidur malamnya. Jadi begini, kalo di Erl saya kerja tanpa berhenti, dan besok pekerjaan lain sudah menanti untuk dikerjakan. Saya tidur di malamnya dengan perasaan, it's worthed, ini sepadan dengan kelelahan saya seharian. Tapi di UI, saya malah capek karena bingung tidak ada pekerjaan rutin yang harus dikerjakan tiap harinya. Dan hal ini membuat saya dua kali lebih lelah dari kerja di Erl dulu.

Walau begitu, saya tetap menikmati kerja di UI. Saya mempunyai waktu yang fleksibel, apalagi ketika kelak anak saya nanti lahir. Mungkin saya tidak musti harus memompa ASI di kantor, tapi saya bisa pulang untuk memberi ASI pada anak saya. Overall, hidup memang gak selalu seperti yang kita inginkan. But at least, kita harus mencoba untuk membuktikan bahwa bisa atau gak nih kita menyikapinya.

Enjoy your day! :)